Pekaringan Kyai Kolodete, Menarik minat akademisi untuk penelitian

Pekaringan berasal dari kata karing / dede atau tempat berjemur.sampa saat ini budaya karing jugamasih lekat di tengah masyarakat kawasan Dieng karena sangat mungkin disebabkanoleh dinginya udara Dieng, Udara dingin memunculkan kebiasaan masyarakat berjemur pagi hari di bawah matahari. Pekaringan Kolodete diduga menjadi tempat untuk berjemur kyai yang diyakini oleh penduduk lokal  memiliki rambut gembel dan kemudian diturunkan kepada anak cucunya.

Pekaringan Kyai Kolodete ini berada di gunung Kendil yang ditemukan melalui proses meditasi oleh para penghayat kepercayaan. Prosesnya memakan waktu cukup panjang. meditasi,ritual dan laku lain dilakukan sampai akhirnya para penghayat kepercayaan mendapat petunjuk bahwa ditempat inilah  salah satu tempat pekaringan Kyai Kolodete dan istrinya Nini Dewi Laras.

Menurut penuturan Mbah Rusmanto Juru Kunci Gunung Dieng,di tempat ini pula Kyai Kolodete moksa atau sirna tak diketahui rimbanya. akan tetapi di tempat tersebut tidak ditemukan makamnya. Hanya bangunan beratap dengan tembok setengah. Pekaringan Kolodete ramai dikunjungi wisatawan. Baik dari dalam maupun luar kota. Mulai dari rakyat jelata hingga pejabat. Konon katanya, berdoa atau ngalap berkah di tempat tinggi itu, banyak terkabulnya karena kita akan berada pada posisi yang merasa rendah dihadapan sang Kholik.

Untuk mencapai lokasi tersebut dapat ditempuh denga njalan kaki sekitar 30-45 menit, tempatnya tidak terlalu jauh dari telaga warna pengilon , jalannya searah dengan jalan yangmenuju Dieng Plateau Theatre, di tempat ini telah dibangun semacam gazebo /cungkup/ rumah kecil yang tidak tertutup rapat, lokasinya berada di atas bukit sikendil.

Jalan menanjak menuju lokasi memang cukup melelahkan akan tetapi biasanya sang juru kunci sudah membawakan air dari gua sumur dan dari tuk bimo lukar untuk cuci muka, dan ternyata lelah yang semual mendera akan langsung hilang dengan sendirinya.

Pekaringan Kolodete ini menjadi tempat yang menarik perhatian wisatawan dari berbagai kota, bahkan Gubernur Balipun sudah berkali-kali mengunjungi tempat yang berada di ketinggian Dieng ini.

Kehebatanlain dari tempat in iadalah suguhan pemandangan yang sanga tmenawan, kota-kota di Jawa Tengah yang jaraknya ratusan kilometer dapat terlihat dengan begitu indahnya, dan bila malam tiba kita dpat menyaksikan kelipan lampu-lampu bak kilauan permata yang tertimpa sinar.

Mbah Rusmanto,Sang juru kunci gunung dieng biasanya mengantar wisatawan sampai ke tempat ini dan dari atas gunung sikendil biasanya akan muncul pengalaman rokhani yang luar biasa. Perasaan sebagai makhluk yang tidak memiliki kuasa apapun dibandingkan Sang Pencipta.

Tempat karingnya Kyai Kolodete ini menjadi tempat terpilih  untuk mendekatkan diri pada Sang pencipta. jadi Wajar juga jika para tokoh dan pejabat tidak menyia-nyiakan kesempatan berkunjung ke tempat ini, yang penting apapun jabatnakita kita tidak boleh sombong dan memmbanggakan diri dilokasi ini, kita hanya makhluk Tuhan yang tidak memiliki kekuatan apapun nasehat Mbah Rus panggilan akrabnya, terkadang bagi orang yang merasa dirinya hebat dan ampuh akan ditunjukkan dan diingatkan langsung oleh Tuhan dengan bukti nyata semisal tidak kuat untuk berjalan sampai dilokasi walaupun tubuhnya kekar dan besar, dan itulah nasehat langsung yang diterima oleh orang yang merasa adigung adiguno tutur mbah rusmanto.

Keberadaan Pekaringan Kyai Kolodete yang dikaitkan dengan budaya Jawa yang unggul ini juga menarik minat para akademisi untuk menelitinya, termasuk dari universitas Leiden, dari kerajaan Belanda dan dari perguruan tinggi lain didalam negeri dan tempat ini selalu menjadi obyek penelitian bagi mereka.

 

Tags: ,

 
 
 
 

Add a comment

required

required

optional


 
 
 

Contact Us

CV. DIENG plaTOUR
Telepon:
(0286) 6124966
082 328 777666
Address:
Jl. Raya Dieng Wonosobo, Jawa Tengah Indoneisa 56354.

 
 
 
 
 
 
 
 

Copyright © 2014 Paket Wisata Dieng Culture Festival 2013 – 2014. All Rights Reserved.
Design by WPZOOM